Pemilu Gabenor DKI Jakarta

بسم الله الرحمن الرحيم

PEMILU GABENOR DKI JAKARTA 2017

Tajuk yang wajib diberi perhatian oleh Umat Islam secara khusus, kerana kesempurnaan Islam itu meliputi politik yang membezakannya dengan ajaran lain yang memisahkan politik daripada agama. Maka umat Islam khususnya para ulama sayap penting Uli Al Amri wajib tampil kehadapan kerana kedudukannya dalam Islam adalah amanah terbesar.

Allah telah menetapkan posisi umat Islam di kalangan manusia dengan firmanNya:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

110. Kamu (Umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itulebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Islam meletakkan pemilihan ketua dalam masyarakat adalah amanah terpenting dan terbesar. Ketua negara dan ketua masyarakat umum termasuk dalam perkara Wilayah ‘Aamah, dalam aspek negara, seperti Pemilihan Gabenur Jakarta DKI juga adalah perkara yang sama dan sangat besar amanah dan kewajibannya.

Ingatlah kepada perintah Allah :

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu melaksanakan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat

59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnyaKesimpulannya menunjukkan:

1- Menyerahkan amanah kepada orang yang layak.

2- Amanah itu dilaksanakan oleh umat Islam sahaja yang mampu berlaku adil terhadap semua berprinsipkan Iman dan Islam.
3- Peranan Uli Al Amri daripada kalangan orang-orang yang beriman, bukan sahaja budiman.
4- Hubungan semua penyelesaian dengan Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah S.A.W. dan hubunganya dengan beriman kepada Allah, Rasul dan Hari Akhirat.

Allah mengharamkan orang–orang yang beriman berwali dan berwalaa kepada orang-orang kafir. Dalam ayat–ayat yang banyak dan berulang kali, bersama amaran yang keras.
Firman Allah :

لَّا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَن تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

28. Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu)Firman Allah:

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

138. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih

139. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi wali- wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah

Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُّبِينًا

144. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang- orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)

Allah telah menetapkan sempadan hubungan kemanusiaan diantara Islam dan bukan Islam dengan ayat-ayat yang banyak ,dalam keadaan umat Islam memimpin dan berkuasa menegakkan hukum Allah .
Al-Quran menegaskan bahawa perkara memilih dan mengikut pemimpin akan dibawa ke alam Akhirat. Fiman Allah

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

24. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami

25. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya

Allah juga berfirman:

وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يُنصَرُونَ
وَأَتْبَعْنَاهُمْ فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ هُم مِّنَ الْمَقْبُوحِينَ

41. Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru

(manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong
42. Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)

Seterusnya Allah befirman :

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا
وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا

66. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”

67. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).

Disinilah para ulama pewaris ajaran para Anbiya, akhirnya Nabi akhir zaman S.A.W. mewajibkan syarat Islam adalah pertama memilih pemimpin, mendahului syarat Adalah (tidak fasek), ilmu dan lain-lain. Kecuali Bani Israel yang dimurkai Allah mensyaratkan kekayaan harta.
Firman Allah:

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa”. Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

Al Quran adalah petunjuk bermukjizat sehingga hari kiamat dalam semua perkara di sepanjang zaman, termasuk perkara memilih Gabenor Jakarta.PEMILU GABENOR JAKARTA

Jawatan Gabenor adalah Wilayah ‘Ammah yang mensyarat wajibkan Islam,

‘Adalah (Tidak Fasik) serta meraikan realiti penduduk terbesar (Asobiyyah). Maka Haram memilih Basuki T. Purnama (Ah Hok) menjadi Gabenor Jakarta. Lebih haram lagi dipilih kalau dicampur sebab kekayaannya.
Para ulama dan pemimpin masyarakat, politik dan semua kelompok wajib menyatakan yang benar demi menyelamatkan umat dunia dan akhirat. Ingatlah sabda Rasulllah S.A.W. :

(إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة (البخاري

(Apabila diserahkan urusan kepada orang lain daripada ahlinya tunggulah Saat (kemusnahan alam dunia).

ABDUL HADI AWANG

NAIB KETUA PERSATUAN ULAMA SEDUNIA (BAHAGIAN ASIA TIMUR).

Bertarikh : 15hb. Rajab 1438

Bersamaan : 12hb. April 2017

Artikel Berkaitan

JOIN THE DISCUSSION

20 − seventeen =