Pemuda Itu Kiyai Seokarno

PEMUDA ITU KIYAI SEOKARNO

Ketika mengingat hari ini (Jum’at 28 Oktober 2016 M) adalah hari sumpah pemuda maka terbesitlah banyak ungkapan dan harapan kepada pemuda, mulai dari hadist hingga perkataan-perkataan tokoh. Dalam siklus kehidupan pasti ada yang namanya regenerasi, artinya yang tua akan di gantikan oleh yang muda dan yang muda ketika menua maka akan di gantikan pula oleh yang muda, begitulah seterusnya. Maka dari itu pemuda-pemuda hari ini haruslah dipersiapkan dengan matang agar dapat memangku harapan bangsa ini dan menjadi tulang punggung bangsa yang lebih kuat, hal ini telah diungkapkan dalam Hadist atau perkataan ulama yang artinya,“pemuda hari ini adalah laki-laki harapan hari esok”.

Saat ini Indoneisa mengalami peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya. Artinya Indonesia akan mengalami bonus demografi hingga beberapa tahun kedepan, dari bonus demografi itulah apakah Indonesia akan menikmati bonus demografi itu atau malah menjadi beban bagi negara dan bahkan menjadi beban peradaban. Soekarno sebagai presiden pertama Republik Indonesia mengatakan “Berikan aku sepuluh pemuda maka akan aku goncangkan dunia”, kalau kita melihat kapan, dimana dan kepada siapa Bung Karno mengatakan hal itu saharusnya kita sekarang malu, karena Bung Karno mengatakan hal itu ketika Indonesia masih dalam masa pembangunan awal negara ini yang tidak menentu dan Bung Karno mengatakan demikian kepada rakyat Indonesia yang sebagian besar rakyat Indonesia masih minim pendidikan dan ilmu pengetahuannya.

Hasil proyeksi menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia selama 25 tahun mendatang terus meningkat yaitu dari 238,5 juta pada tahun 2010 menjadi 305,6 juta pada tahun 2035 (BPS 2016). Sedangkan pemuda menurut UU Kepemudaan nomor 40 tahun 2009 yakni 15 – 30 Tahun jadi jumlah pemuda pada 2016 berdasarkan penghitungan BPS adalah sebanyak 31. 880,7 juta. Andaikan Bung Karno mengatakan hal itu pada saat ini yang rakyatnya banyak berpendidikan dan berilmu pengetahuan maka betapa tergoncang-goncangnya dunia ini akibat jutaan pemuda, tetapi yang menjadi pertanyaan kenapa sampai detik ini yang terjadi sebaliknya?

Bagi kiyai atau ulama di kalangan pondok pesantren pemuda adalah orang yang menguasai Ilmu Nahwu dan Fiqh karena ilmu tersebut merupkan hiasan dan pakaian bagi pemuda, barang siapa tidak menguasai keduanya maka sama halnya seperti sapi serta Ilmu Retorika dan Ilmu Logika juga hiasan dan pakaian bagi pemuda, barang siapa tidak menguasai keduanya maka sama halnya sepeti keledai. (syair Syaikhona Kholil bin Abdul Lathif Al-bangkalani). Realita hari ini banyak sekali pemuda yang belum menguasai ilmu-ilmu tersebut, kalau kita melihat Bung Karno ketika masih muda beliau belajar ilmu-ilmu tersebut kepada HOS Tjokroaminoto, yang paling menonjol bagi Bung Karno adalah ilmu retorikanya dibuktikan dengan pidatonya yang berapi-api mampu mempengaruhi dan membangunkan semangat juang rakyat yang mendengarkannya.

Pemuda bagian dari kegilaan, dengan kegilaannya pemuda bisa mengadakan yang belum pernah ada sebelumnya. Begitulah kira-kira menggambarkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 ini termasuk kegilaan besar pemuda-pemuda pada waktu itu, mereka mampu meyatukan pemuda untuk bersumpah bahwa mereka bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia dan berbahasa satu bahasa Indonesia.

Pemuda adalah harapan bangsa. Begitulah kesimpulan yang saya tarik. Maka, bangsa Indonesia berharap dari kepada pemuda untuk berpendidikan tinggi, berilmu pengetahuan yang luas, mampu mengamalkan ilmu yang sudah didapatkannya, mendedikasikan dirinya kepada bangsa untuk membawa perubahan bangsa yang lebih baik dan menjaga persatuan bangsa dengan semangat bhinneka tunggal ika. Yakin Usaha Sampai…!!!


ABDUL HAMID AL-MANSURY
Alumni PP. Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Mahasiswa STEI Tazkia Sentul City Kader HMI Cabang Bogor

Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/hamidhijauhitam/pemuda-itu-kiyai-seokarno_5814880a6c7a613624fc4189

Artikel Berkaitan

JOIN THE DISCUSSION

thirty + = thirty five