Self Centric Dalam Zaman Milenium Siri 4: Tidak Sempurna Iman Jikalau Lebih Mengutamakan Diri

Self Centric Dalam Zaman Milenium Siri 4: Tidak Sempurna Iman Jikalau Lebih Mengutamakan Diri
Oleh : Dr Muhammad Atiullah Othman


Terdapat peristiwa yang diriwayatkan Imam Ahmad (18,041) berstatus Sahih menyebut bahawa Umar bin al-Khattab berkata:

“Demi Allah! Engkau wahai Rasulullah adalah terlebih daku sayang dari segala sesuatu melainkan diriku”.

Lantas, Rasulullah Muhammad SAW bersada:

“Tidaklah sempurna keimanan seseorang sehingga daku (Rasulullah) adalah paling disayangi melebihi dirinya”.

Umar memberi respon:

“Demi Allah! Kini, engkau adalah lebih daku sayangi melebihi dari diriku”.

Rasulullah SAW terus membalas:

“Sekaranglah wahai Umar!”

Hadis ini secara jelas menyeru cinta diri tidaklah dilarang oleh Rasulullah Muhammad SAW Namun, cinta ini hendaklah tidak melebihi dari cinta nabi Muhammad SAW Cinta kepada Rasulullah hendaklah mengatasi segalanya.

Inilah panduan dalam mencintai diri. Pastikan keutamaan cintanya tidak melebihi cinta Rasulullah SAW dengan mengikuti segala ajarannya yang terkandung dalam wahyu sama ada al-Quran dan al-Sunnah yang merupakan Syariat untuk ummat akhir zaman.

Malah, sifat dan sikap orang beriman adalah mencintai Allah mengatasi segalanya. Cukuplah firman Allah menyebut:

والذين آمنوا أشد حبا لله

Maksudnya: “Dan orang-orang yang beriman adalah sangat mencintai Allah.”(al-Quran, Surah al-Baqarah, ayat 165)

Sebenarnya, banyak lagi al-Quran dan al-Hadis menyebut mengenai cinta Allah dan Rasulullah melebihi segala-galanya. Bagi para pembaca al-Qur’an yang mendalami dan memahaminya secara berulang-ulang, sudah mengerti maksudnya.

Hanya tinggal dari sudut amalan secara praktis terutamanya bagi penghuni bumi yang hidup di zaman Milenium. Kebanyakkan mereka bukan mengulang-ulang membaca al-Quran. Kebanyakkan mereka banyak membaca Facebook dan Whatsapp.

Tidaklah penulis ambil kisah sangat kepada masyarakat awam yang tidak mempelajari bahasa Arab dan tidak memahami al-Quran secara mendalam. Namun, penulis sangat mengambil berat terhadap penyakit bagi para pendakwah dan para pentazkirah yang tidak meneliti al-Quran dan terikut-ikut hambatan teknologi moden ini.

Mereka sangat perlu mengajar mengenai Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga perlu mengingat dan menegur agar kembali kepada agama. Amat malang umat ini jikalau para pendakwah dan pentazkirah, guru dan pendidik, murabbi dan kader menumpukan kepada mempromosikan diri melebihi dari mempromosi agama.

Ambillah pengajaran Umar al-Khattab yang segera mengubah sudut pandangan diri ke arah sudut pemikiran berasaskan wahyu. Itulah ajaran nabi mencintai ajaran Islam yang disampaikannya melebihi dari diri manusia sendiri.

Justeru, paparan posting dan sharing di ruang wall Facebook, Instagram dan Tweeeter perlukan perubahan dari mempromosi diri kepada mempromosi ajaran nabi SAW, dari cinta diri kepada cinta Allah dan Rasul-Nya dan dari Self-Centric kepada God-Centric.

Artikel Berkaitan

JOIN THE DISCUSSION

− 1 = one