Secebis Ibrah Dari Ramadhan Yang Bakal Berlalu Pergi

Alhamdulillah, bersyukur kita ke hadrat Allah SWT Salawat dan salam ke atas junjungan besar nabi kita Muhammad SAW serta sahabat baginda seluruhnya.

Kita kini sudah berada pada akhir Ramadhan, terasa begitu pantas masa berlalu dan tiba saatnya Syawal yang indah bakal menjelma.

Inilah hakikatnya, masa begitu tajam memotong perjalanan kita; jika kita lalai dan cuai dalam perjalanan ia sangat merugikan kita; justeru manfaatkan perjalanan kita sebaiknya dengan menghargai masa yang ada.

Muslimin muslimat yang dikasihi,

Terakam dalam bulan Ramadan pelbagai peristiwa penting, namun buat kali ini saya ingin menitipkan sekelumit peringatan buat diri sendiri dan pembaca sekalian mengenai peristiwa Badar Al-Kubra, memandangkan kita juga sedang berhadapan dengan peperangan dengan musuh-musuh Islam.

Muslimin muslimat yang dikasihi,

Badar Al-Kubra mengajak kita menjadikan iman dan takwa serta keyakinan yang tinggi terhadap pertolongan Allah sebagai syarat kemenangan dalam perjuangan.
Firman Allah SWT, di dalam Surah Al-Anfal, ayat 9-11 :

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلائِكَةِ مُرْدِفِينَ (٩) وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلا بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (١٠)إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأقْدَامَ (١١) إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الأعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ (١٢)

(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sungguh, Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut. Dan tidaklah Allah menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi MahaBijaksana. (Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan syaitan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu. (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku berikan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka pukullah di atas leher mereka dan pukullah tiap-tiap hujung jari mereka.”

Sebagai ahli yang berjuang di jalan Allah, keyakinan, ketaatan, keikhlasan, ketakutan terhadap kemurkaan Allah serta pengharapan kita kepada Allah SWT pasti akan membawa natijah yang baik.

Kemenangan sesebuah perjuangan masih terhalang kerana ada unsur-unsur yang perlu dimuhasabah kembali dengan berpandukan wahyu Allah SWT.

Kemungkinan di sana budaya kerja kita ada unsur-unsur berikut :

i. Budaya kerja kita dekat dengan kekufuran dan menyalahi aqidah, merukuk kepada Surah Ali-Imran, ayat 91 :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَىٰ بِهِ ۗ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, lalu mati sedang mereka tetap kafir, maka tidak sekali-kali akan diterima dari seseorang di antara mereka: emas sepenuh bumi, walaupun ia menebus dirinya dengan (emas yang sebanyak) itu. Mereka itu akan mendapat azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dan mereka pula tidak akan beroleh seorang penolong pun.”

ii. Bila ada kezaliman dalam sof kita, merujuk kepada Surah Ali-Imran, ayat 192 :

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Wahai Tuhan kami! Sebenarnya sesiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka maka sesungguhnya Engkau telah menghinakannya, dan orang-orang yang zalim tidak akan beroleh seorang penolong pun.”

iii. Ada unsur-unsur kemunafikan dalam jemaah, merujuk kepada Surah Al-Nisa’, ayat 45 :

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِأَعْدَائِكُمْ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَلِيًّا وَكَفَىٰ بِاللَّهِ نَصِيرًا

“Dan Allah lebih mengetahui berkenaan dengan musuh-musuh kamu, (oleh itu awasilah angkara musuh kamu itu). Dan cukuplah Allah sebagai Pengawal yang melindungi, dan cukuplah Allah sebagai Penolong (Yang Menyelamatkan kamu dari angkara mereka).”

iv. Umat Islam belum capai tahap keyakinan yang tinggi kepada Allah SWT.

v. Hubungan dengan Allah SWT belum erat. Para pejuang perlu bina علاقة قوية بالله (hubungan yang kuat dengan Allah) terlebih dahulu.

vi. Persekitaran yang masih jahil tentang agama

vii. Tekanan dan kejahatan musuh yang terpaksa dihadapi

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut ugama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): “Sesungguhnya petunjuk Allah (ugama Islam itulah petunjuk yang benar”. Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepada mu.

Muslimin muslimat yang dikasihi,

Marilah sama-sama kita hindari unsur-unsur yang menjadi penghalang kepada kemenangan dalam perjuangan.

Moga Allah SWT mengurniakan kemenangan buat kita yang sentiasa istiqamah dan thabat atas jalan ini.

Selamat Menyambut Syawal

Setulus ikhlas,

ANA MASTURA ISMAIL
25 Ramadhan 1437H/ 01 Julai 2016

Artikel Berkaitan

JOIN THE DISCUSSION

thirteen − 11 =